Habib Umar Alhamid Desak Prabowo Tegas soal Polemik Gibran, Sebut Lima Nama Alternatif Wapres

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Nov 2026 20:08 2 gito

JAKARTA –postkota.online- Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, mendesak Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas dalam menyikapi polemik yang menyeret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap Gibran, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan.

Habib Umar menilai polemik politik yang terus berkembang tidak terlepas dari ambisi politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya masih membayangi dinamika politik nasional.

“Jokowi seharusnya sudah mengakhiri seluruh kepentingan politiknya setelah purna tugas sebagai presiden. Namun, karena ambisi dan keserakahan politik, justru muncul persoalan baru yang kini berdampak terhadap keluarganya,” ujar Habib Umar kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Ia juga menilai situasi politik saat ini berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintahan Prabowo dalam menjalankan agenda pembangunan dan program-program yang telah direncanakan.

“Ini semua akibat Jokowi yang tidak tahu diri. Bangsa dan negara ini terus gaduh sehingga pemerintahan Pak Prabowo ikut terganggu dan kurang fokus mengelola pemerintahan. Yang pasti, rakyat sudah bulat bersama Prabowo dan memaafkan segala kekurangannya. Saya berharap beliau harus tegas soal hukum dan berani mengambil sikap demi mengembalikan agenda Presiden bersama rakyat,” ungkapnya.

Habib Umar menegaskan, kegaduhan politik yang terus berlangsung harus segera diakhiri. Ia bahkan menyampaikan sejumlah alternatif untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan posisi Gibran.

Pertama, ia menyarankan Gibran mempertimbangkan pengunduran diri menyusul polemik terkait surat keterangan (suket) yang disebut telah dibatalkan Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, DPR juga memiliki mekanisme konstitusional dalam proses pemberhentian wakil presiden.

Kedua, pemerintah diminta menindak pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan atau terlibat dalam proses pencalonan Gibran apabila ditemukan pelanggaran hukum.

Ketiga, Presiden Prabowo dinilai perlu menyiapkan figur yang dapat bekerja sama secara baik apabila terjadi pergantian wakil presiden.

Habib Umar berharap Prabowo menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk menegakkan hukum secara tegas dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sesuai agenda nasional.

Saat ditanya mengenai figur yang dinilai layak mendampingi Prabowo apabila Gibran mengundurkan diri atau diberhentikan melalui mekanisme konstitusional, Habib Umar menyebut lima nama, yakni Yusril Ihza Mahendra, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

“Kalau saya berpendapat, ada lima nama yang pantas mendampingi Pak Prabowo. Yakni, Yusril dan Puan mewakili partai pendukung dan oposisi, AHY mewakili militer, Anies dan Ganjar mewakili peserta Pemilu 2024. Tinggal siapa yang dipilih dan diinginkan Prabowo,” katanya.

Menurut Habib Umar, setiap kemungkinan perubahan kepemimpinan harus mengutamakan stabilitas pemerintahan dan kepentingan bangsa. Ia berharap persoalan politik yang berkembang tidak terus memperpanjang konflik dan menghambat jalannya pemerintahan.

(NN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA