Kampung Nelayan Merah Putih di Brebes Dikebut, Nelayan Berharap Harga Ikan Lebih Baik

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Nov 2026 17:57 8 Redaksi Jateng

Postkotaonline, Brebes – Nelayan di Desa Krakahan dan Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tak sekadar mengubah wajah kawasan pesisir. Mereka menginginkan fasilitas baru itu bisa meningkatkan pendapatan, terutama dengan memperbaiki kualitas penyimpanan dan harga jual ikan hasil tangkapan.

Harapan tersebut mengemuka saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di dua desa itu pada Jumat, 6 November 2026. Progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen.

Proyek tersebut mencakup pembangunan sejumlah fasilitas penunjang aktivitas perikanan, antara lain tempat pelelangan ikan (TPI), gudang penyimpanan perbekalan, dan pabrik es. Pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan berupa fasilitas pendingin portabel dan pabrik es portabel.

Paramitha mengatakan Brebes memperoleh alokasi lima Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini. Pemerintah menargetkan seluruh proyek rampung pada 15 Desember 2026.

“Tahun ini Brebes mendapatkan lima Kampung Nelayan Merah Putih. Insyaallah seluruhnya dapat diselesaikan pada 15 Desember. Mudah-mudahan tahun depan Brebes kembali mendapatkan tambahan 13 Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Paramitha.

Menurut dia, fasilitas tersebut diharapkan mempermudah nelayan dalam mendaratkan, menyimpan, dan menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Pemerintah Kabupaten Brebes, kata Paramitha, juga akan menampung aspirasi nelayan, termasuk permintaan untuk memperluas bangunan TPI.

“Apa yang menjadi kebutuhan para nelayan tentu akan kami perhatikan dan dukung. Termasuk tadi ada aspirasi agar TPI bisa diperlebar. Jika perluasan tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah, akan kami tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Namun, bagi nelayan, pembangunan fisik bukan satu-satunya persoalan. Mereka juga menghadapi masalah harga ikan yang dinilai belum memberikan keuntungan memadai.

Ketua Nelayan Desa Krakahan, Rusianto, mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih mulai mengubah kondisi lingkungan yang sebelumnya kumuh menjadi lebih bersih dan tertata. Ia mengapresiasi perubahan tersebut, tetapi berharap perbaikan kawasan diikuti peningkatan kesejahteraan nelayan.

“Saya merasa bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih. Jelas ada perubahan, yang tadinya kumuh sekarang sudah rapi dan bersih,” kata Rusianto.

Ia mengatakan harga ikan hasil pelelangan terkadang belum sesuai dengan harapan nelayan. Padahal, pendapatan dari melaut menjadi sumber utama penghidupan keluarga mereka.

“Harapan nelayan, harga hasil tangkapan bisa lebih maksimal. Mata pencaharian kami bergantung pada hasil melaut. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini, penghasilan nelayan bisa meningkat sehingga kehidupan kami lebih sejahtera,” ujarnya.

Rusianto juga meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan infrastruktur lain, seperti fasilitas rambatan perahu dan dok atau tempat perlintasan perahu. Menurut dia, fasilitas tersebut diperlukan untuk menunjang kegiatan nelayan sehari-hari.

Persoalan berbeda disampaikan Tasmin, nelayan Desa Pengaradan. Saat kunjungan bupati berlangsung, ia tengah memperbaiki perahunya. Cuaca yang kurang mendukung membuatnya hampir setengah bulan tidak melaut.

Di tengah kondisi tersebut, Tasmin berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

“Mudah-mudahan semuanya bisa lancar. Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa membawa perubahan dan manfaat bagi nelayan,” kata Tasmin.

Ia juga meminta fasilitas kongsi atau tempat pelelangan ikan yang selama ini tidak beroperasi kembali difungsikan. Menurut Tasmin, berhentinya aktivitas pelelangan membuat kegiatan ekonomi nelayan di kawasan itu tidak berjalan optimal.

“Kalau bisa, masalah kongsi itu difungsikan kembali. Selama ini sudah tidak berjalan dan tidak ada pemasukan dari kegiatan lelang,” ujarnya.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dilaksanakan oleh CV Alkomber Karya. Proyek di Desa Krakahan memiliki nilai kontrak Rp 1.161.092.998, sedangkan pembangunan di Desa Pengaradan bernilai Rp 2.300.767.437.

Pemerintah berharap keberadaan TPI yang lebih memadai, sanitasi yang baik, ketersediaan es, serta fasilitas penyimpanan dapat menjaga mutu ikan sebelum dijual. Dengan kualitas yang lebih terjaga, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Namun, bagi nelayan Krakahan dan Pengaradan, ukuran keberhasilan proyek ini bukan hanya bangunan yang selesai tepat waktu. Berfungsinya fasilitas pelelangan, tersedianya sarana pendukung, dan meningkatnya harga jual ikan menjadi hal yang mereka tunggu dari pembangunan kawasan tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA