Dinperwaskim Brebes Kebut Bedah Rumah dan Akses Jalan ke Sekolah Rakyat

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 12:24 5 Redaksi Jateng

Postkotaonline, Brebes – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, La Ode Vindar Aris Nugraha, memimpin serah terima jabatan dua pejabat di lingkungan dinas Perwaskim, di Aula Dinperwaskim, Jumat, (6/11/2026).

Dua jabatan yang diserahterimakan yakni Kepala Bidang Perumahan Rakyat dari Muhammad Tholani kepada Asri Noviarti. Ia selanjutnya mengemban tugas sebagai Sekretaris Dinperwaskim. Sementara itu, jabatan Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan diserahkan dari Dedy Imam Wahyudin kepada Muhamad Aka Darma Wahana.

La Ode Vindar Aris Nugraha menyampaikan selamat kepada para pejabat yang mendapat tugas baru. Ia berharap perubahan posisi tersebut dapat memperkuat koordinasi dan memperlancar pelaksanaan program dinas.

“Semoga dalam pelaksanaan tugas pejabat baru dapat berkoordinasi dengan baik antara sekretaris Dinperwaskim dan para kepala bidang yang baru,” kata La Ode.

Ia mengatakan, Dinperwaskim saat ini tengah mengejar penyelesaian dua program strategis nasional. Program pertama berada di bawah Bidang Perumahan Rakyat, yakni bedah rumah Merah Putih dengan sasaran 1.545 unit rumah tidak layak huni.

Program tersebut bertujuan memperbaiki kondisi rumah warga agar memenuhi standar rumah layak huni. Pelaksanaannya ditargetkan selesai hingga penghujung 2026.

“Dinperwaskim sampai akhir tahun ini melalui Bidang Perumahan Rakyat sedang melaksanakan program nasional pertama, bedah rumah Merah Putih sebanyak 1.545 unit rumah yang tidak layak untuk diperbaiki menjadi rumah layak huni,” ujar La Ode.

Program strategis kedua berkaitan dengan penyediaan akses jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Desa Walahar, Kecamatan Larangan. Menurut La Ode, akses jalan menuju sekolah yang telah diresmikan tersebut masih belum memenuhi kebutuhan.

Karena itu, pihaknya sedang melakukan pembebasan tanah milik sekitar 62 kepala keluarga yang terdampak pelebaran jalan hingga akhir tahun ini.

“Akses jalan menuju Sekolah Rakyat yang sudah diresmikan saat ini belum sesuai. Maka, hingga akhir tahun ini kita membebaskan sekitar 62 kepala keluarga yang tanahnya terkena pelebaran jalan menuju akses Sekolah Rakyat,” katanya.

La Ode menegaskan, kedua program tersebut menjadi pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan sebelum pergantian tahun. Pergantian pejabat di lingkungan Dinperwaskim diharapkan tidak menghambat pelaksanaan target tersebut.

Selain dua program nasional itu, Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan juga tengah mengurus proses sertifikasi tanah untuk kebutuhan pelebaran Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes.

La Ode menyebutkan, pada 2027 mendatang Jalan Lingkar Utara direncanakan menjadi dua jalur. Proses sertifikasi lahan kata La Ode saat ini masih terus dilakukan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA